KonggArt Manajemen Kolaka Bawa Tari Mombesara dan Molulo, Wakili Budaya Tolaki Konawe Mekongga di Mangkasara’ Molulo
MAKASSAR, Celebesnesia — Kekayaan budaya Suku Tolaki Konawe Mekongga turut mengambil bagian dalam semarak Bumi Anoa Nusantara Festival “Mangkasara’ Molulo” yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.
Mewakili masyarakat Suku Tolaki Konawe Mekongga, KonggArt Manajemen Kolaka hadir membawa misi promosi dan pengenalan budaya melalui seni pertunjukan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menampilkan sejumlah karya tari tradisional Tolaki, di antaranya Tari Mombesara dan Tari Molulo.
Penampilan tersebut menjadi ruang bagi KonggArt Manajemen Kolaka untuk memperkenalkan identitas budaya Konawe Mekongga kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Sulawesi Tenggara memiliki tempat penting dalam panggung kebudayaan Nusantara.
Dengan gerakan yang sarat makna dan karakter budaya Tolaki, para penari tampil membawa semangat kebersamaan. Sementara Tari Molulo, yang dikenal dengan nuansa kebersamaan dan pergaulan masyarakat, semakin menguatkan pesan persaudaraan yang menjadi salah satu ruh utama perhelatan Mangkasara’ Molulo.
Kehadiran mereka tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga bentuk representasi masyarakat adat dan budaya Konawe Mekongga di tengah pertemuan para pegiat kebudayaan dari berbagai daerah.
Disaksikan Tokoh Adat dan Budayawan ASEAN
Pertunjukan budaya tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pegiat budaya dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta masyarakat Kota Makassar.
Yang semakin menarik, penampilan budaya Tolaki Konawe Mekongga ini juga mendapat perhatian dari tokoh adat dan budayawan dari kawasan ASEAN yang hadir dalam rangkaian kegiatan Mangkasara’ Molulo.
Momentum tersebut menjadi kesempatan strategis bagi KonggArt Manajemen Kolaka untuk memperkenalkan kekayaan seni Tolaki tidak hanya kepada masyarakat lokal, tetapi juga kepada jejaring kebudayaan yang lebih luas.
Bagi KonggArt Manajemen Kolaka, membawa kesenian Tolaki ke ruang publik seperti Pantai Losari merupakan bagian dari upaya menjaga agar budaya tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Seni pertunjukan menjadi medium yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur dapat terus hadir melalui kreativitas generasi muda tanpa kehilangan akar identitasnya.
17 Penari, Satu Semangat Membawa Identitas Mekongga
Dalam pagelaran tersebut, KonggArt Manajemen Kolaka membawa 17 penari yang tampil dalam satu kesatuan pertunjukan, didampingi dua official.
Para penari:
Ananda Alifa Zakia
Heirin
Asfa Azifa
Natasya
Suci Ainun Maulidya
Mekar Sari
Sri Rizki Amalia
Cindy Aulia
Ines Fairul Ziahari
Medhinda Shangrilla Putri
Mutiara Putri Lapaga
Muh. Nabil Juhardin
Muh. Aqzal Rajab
Muh. Aslam Al Fattah
Muh. Hasdar
Agri
Dewi Claudia Patinggi
Official:
Darman, S.Pd.
St. Isma Susanty, S.Pd.
Keterlibatan mereka menjadi bagian dari perjalanan panjang pelestarian budaya Tolaki melalui generasi muda. Mereka tidak hanya datang membawa tarian, tetapi juga membawa nama, identitas dan kebanggaan masyarakat Konawe Mekongga.
Melalui panggung Mangkasara’ Molulo, budaya Tolaki kembali menunjukkan wajahnya di tengah keberagaman budaya Sulawesi. Dari Konawe Mekongga menuju Pantai Losari, seni menjadi bahasa yang mampu mempertemukan perbedaan.