Simbol Persaudaraan Serumpun: Budayawan Malaysia Meriahkan Mangkasara’ Molulo 2026 di Pantai Losari

Budaya 02 Sep 2026 08:53 2 min read 137 views By La Ode Umar Zaid
Simbol Persaudaraan Serumpun: Budayawan Malaysia Meriahkan Mangkasara’ Molulo 2026 di Pantai Losari
Dua budayawan Malaysia turut memeriahkan Mangkasara’ Molulo 2026 di Pantai Losari, memperkuat kolaborasi budaya Indonesia dan Malaysia dalam semangat persaudaraan serumpun.

MAKASSAR — Anjungan Pantai Losari Kota Makassar menjadi saksi sejarah kuatnya tali persaudaraan dan simpul budaya lintas negara melalui penyelenggaraan Pagelaran Budaya Mangkasara' Molulo 2026 pada Sabtu (29/8/2026). Pergelaran yang memadukan kehangatan tradisi Sulawesi ini sukses menyedot perhatian publik serta mempererat kolaborasi kebudayaan di kawasan regional ASEAN.

Kegiatan ini semakin istimewa dengan hadirnya dua budayawan terkemuka dari Negeri Jiran Malaysia sebagai undangan kehormatan, yakni Hj. Azmee Bin Abd Manap dari Terengganu dan Mohammad Syamsul Fidhuan Bin Masri dari Selangor Darul Ehsan. Kehadiran tokoh-tokoh ini menjadi momentum strategis dalam membangun ekosistem budaya dan pariwisata yang sinergis antara Indonesia dan Malaysia.

Selain jalinan bilateral, kehadiran perwakilan Malaysia tersebut memperkuat konsolidasi dalam wadah International Nusantara Cultural Forum (INCAF). INCAF merupakan forum silaturahmi yang merangkul para seniman dan budayawan dari empat negara Nusantara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Tak hanya dari kawasan Melayu, Mangkasara' Molulo 2026 juga dihadiri oleh perwakilan Duta Besar negara sahabat, salah satunya dari Kedutaan Besar Bangladesh yang turut menyaksikan secara langsung keindahan kolaborasi budaya Sulawesi.

Penggagas event Mangkasara' Molulo yang juga merupakan Ketua Umum Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA), Stenly Diover, menyampaikan harapannya agar ajang ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menjadi momentum besar pemersatu.

"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi simbol persaudaraan dan kolaborasi nyata, baik lintas daerah di Sulawesi maupun antarnegara di ASEAN. Sinergi ini penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis kebudayaan dan pariwisata yang berkelanjutan," ujar Stenly.

Melalui perpaduan nilai lokal dan semangat global, Pagelaran Budaya Mangkasara' Molulo 2026 membuktikan bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan diplomasi yang mengokohkan ekonomi kreatif serta tali persaudaraan di Asia Tenggara.

Recent Articles