Mahasiswi Moronene di Makassar Tampilkan Tari Lumense, Semarakkan Mangkasara’ Molulo

Budaya 03 Sep 2026 10:51 2 min read 184 views By La Ode Umar Zaid
Mahasiswi Moronene di Makassar Tampilkan Tari Lumense, Semarakkan Mangkasara’ Molulo
Mahasiswi Moronene di Makassar tampil membawakan Tari Lumense dalam Mangkasara’ Molulo, membawa semangat generasi muda dalam melestarikan budaya leluhur.

MAKASSAR, Celebesnesia — Semangat melestarikan dan memperkenalkan budaya Moronene turut mewarnai kemeriahan Mangkasara’ Molulo yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. Sejumlah mahasiswi asal Suku Moronene yang berada di Makassar tampil membawakan Tari Lumense, salah satu kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Moronene.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda Moronene untuk memperkenalkan identitas budaya mereka di tengah perhelatan yang mempertemukan berbagai komunitas dan kekayaan budaya dari Sulawesi maupun daerah lainnya.

Tari Lumense dibawakan oleh 10 penari, yakni Naura Natasha, Rosmiralda Hutagalung, Melani Salsabila, Lasti Agustiani, Alyah Rahmah Zendhabad, Fanessa Maylafasya, Fairah Dzil Izzati, Eriska Ananda, Salwa Safira Aprilia, dan Gita Suwitra.

Dengan balutan busana bernuansa khas daerah dan gerakan tari yang dinamis, kesepuluh penari tampil penuh semangat di hadapan masyarakat yang menyaksikan rangkaian kegiatan Mangkasara’ Molulo. Kehadiran mereka menjadi gambaran bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya leluhur.

Yang menarik, penampilan para mahasiswi Moronene tersebut mendapat dukungan langsung dari keluarga-keluarga Moronene yang berada di Makassar. Sejumlah keluarga dari rumpun keluarga Moronene hadir mengenakan busana khas Moronene sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada para penari.

Sorakan dan dukungan dari masyarakat Moronene yang hadir turut menambah suasana kebersamaan selama penampilan Tari Lumense berlangsung. Dukungan tersebut menjadi simbol bahwa kebudayaan tidak hanya hidup melalui para pelaku seni, tetapi juga melalui masyarakat yang merasa memiliki dan ikut menjaga warisan leluhurnya.

Dukungan terhadap keikutsertaan Moronene dalam Mangkasara’ Molulo juga datang dari berbagai kalangan masyarakat Moronene yang berada di luar Makassar. Meski tidak dapat hadir secara langsung, mereka terus memberikan dukungan dan doa untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Keterlibatan masyarakat Moronene dari berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat kebudayaan mampu melampaui batas wilayah. Dari Makassar hingga berbagai daerah tempat masyarakat Moronene berada, dukungan terus mengalir untuk memastikan budaya Moronene tetap hadir, dikenal, dan mendapat ruang di tengah perkembangan zaman.

Melalui Tari Lumense, para mahasiswi Moronene tidak sekadar menampilkan sebuah tarian. Mereka membawa identitas, kebanggaan, dan pesan persaudaraan, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam merawat budaya daerah agar terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Recent Articles